Akhir hayat gadis tak berlengan yang hidup di ember ini bikin mewek

Akhir hayat gadis tak berlengan yang hidup di ember ini bikin mewek

Akhir hayat gadis tak berlengan yang hidup di ember ini bikin mewek

davidhullmusic.com - Tepat pada Natal, Rahma Haruna menghembuskan nafas terakhirnya. Kabar meninggalnya Rahma Haruna ini cukup menarik perhatian netizen. Pasalnya, kisah hidup remaja asal Nigeria tersebut cukup memprihatinkan. Sebab, dalam kesehariannya, ia hidup dalam ember.

Rahma Haruna, terlahir seperti bayi pada umumnya. Kendati demikian, ia mengidap penyakit misterius yang membuat dirinya tidak mengalami pertumbuhan seperti manusia normal lainnya. Tubuh Rahma hanya sebesar ember.

foto: dailymail.co.uk

Rahma ini tidak memiliki kaki dan badan utuh sehingga membuatnya susah bergerak. Pada akhirnya, keluarganya menaruhnya di ember. Pergerakan ia pun hanya sebatas ember. Tiap berpergian, dirinya selalu dibawa bersama dengan embernya. Ia dibantu oleh saudara laki-lakinya. Di keluarganya, hanya Rahma yang mengalami penyakit misterius ini.

Kisah Rahma menjadi viral berkat unggahan saudaranya yang berusia 10 tahun. Semasa hidupnya, keluarga telah memeriksakan kondisi Rahma. Tak ada satu pun dokter yang mengetahui penyakitnya. Meski mendapati penyakit menimpa dirinya, remaja muslim ini tetap tersenyum dan semangat dalam menjalani hidupnya.

Beberapa waktu lalu, Rahma mendapat bantuan kursi roda untuk membantu pergerakannya. Dilansir dari Dailymail, Selasa (3/1), semasa hidupnya Rahma berkeinginan menjadi pengusaha toko kelontong. Impian gadis malang ini terpaksa harus pupus bersama dengan ujung usianya.

foto: mirror.co.uk

Beberapa netizen mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Rahma. Tak hanya itu, mereka juga mendoakan semoga Rahma mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Seperti video unggahan dari akun Instagram @aphrodija. Pemilik akun Aphrodija ini pada awal tahun 2016 pernah bertemu dengan sosok Rahma. Nah, berikut video haru yang menampilkan Rahma, remaja yang hidup dalam ember.

 

RIP. Allah ya ji kan ki Rahama. I met Rahama in January 10, 2016. We flew to Kano after @maikatanga_photography posted a picture of her on his page. I didnt meet with Rahama for any reason other than she was an extraordinary human that needed someone to listen and to act on issues at hand. We kept contact with Rahama via @maikatanga_photography..So many people including Ali Jita came from far and wide to meet with her family. She is one of the most pleasant people I have met this year. We continue to pray for strength within her family. Rahama died yesterday on Christmas Day! Cc @i_rabbi (management)

Video kiriman DiJa (@aphrodija) pada Des 26, 2016 pada 4:35 PST

Selamat jalan Rahma. Semangat hidupmu akan terus kami kenang.